Suara Kucing Memiliki Arti yang Harus Diketahui Para Cat Lovers

Kucing ialah makhluk hidup yang tentu juga melakukan komunikasi dengan cara mereka sendiri. Berceloteh tidak jelas, mengeong, dan mendengkur, lalu mengeong lagi, sebenarnya bukan cuma suara kucing yang keluar dari seekor kucing belaka. Kucing – kucing itu berprilaku seperti itu supaya dapat berkomunikasi dengan lawan bicaranya, mau itu sesama kucing ataupun kepada manusia.

Apabila ditinjau dari gerak-geriknya, lalu mengamati apa yang kucing inginkan, manusia dapat mengetahui apa yang sesungguhnya para kucing inginkan. Hal semacam ini dapat memberikan sebuah keuntungan kepada hubungan antara kucing dan juga pemilik kucing itu sendiri.

Ketika melihat seekor burung, kucing akan bersuara melalui celotehan-celotehan aneh sama seperti burung itu ingin berkicau yang memang jarang kita ketahui atau terdengar pada kucing, apa itu juga bisa jadi mereka mau memburu burung itu. Bukan hanya terkenal karena suara meong, menggeram, atau, mendengkur, kucing dapat mengeluarkan suara lebih bervariasi lagi seperti jika mereka ingin menyampaikan sebuah pesan yang ingin kucing itu sampaikan.

Banyak arti atau makna yang mencerminkan kucing itu senang atau nyaman, sedangkan yang lain mengungkapkan ketakutan, kekhawatiran, atau bisa juga kemarahan. Tetapi, semua menunjukan kepada kondisi emosional dan pikiran atau insting seekor kucing.

1. Meong

Suara kucing mengeong dapat menimbulkan banyak arti dan makna, pada biasanya itu hanya sebagai ucapan “Selamat Datang” dan “Aku Lapar”. Tetapi, bagi kucing yang berusia tua, apabila ‘meong’nya bernada panjang dapat saja karena dia merasakan seperti khawatir, kesedihan, atau keberatan mengenai sesuatu.

2. Mendesis
Mendesis pada dasarnya memang identik dengan hewan ular, tetapi kucing juga mampu mendesis dan suaranya seperti dengan steak yang lagi di panggang. Kadang – kadang kucing mendesis sambil kupingnya mengarah ke belakang yang mempunyai maksud kucing itu merasa terancam dan telah bersiap melawan jika dibutuhkan.

3. Meracau
Sering kita melihat kucing bersuara sedang mengetuk-ngetukkan giginya ketika melihat ke arah luar rumah, seperti ketika mereka melihat seekor tupai, atau burung. Kucing meracau seperti itu ketika sedang merasa dirinya adalah indikatornya sebagai pemangsa sedang memuncak tetapi dia stres karena tidak mampu memburu mangsanya.

4. Auman
Auman atau sering disebut dengan Caterwaul, sering dilakukan kucing – kucing apabila sedang dalam masa birahi atau pada kucing yang sedang masa kawin. Auman ini terdengar mirip ‘Ahh-roo-ung’ ketika memanggil pasangannya agar tertarik kawin.

5. Teriak
Teriakan kucing dapat dijelaskan sebagai dua hal, seperti ketika kucing betina merasakan kesakitan pada saat dia sedang kawin, dan ketika kucing jantan dan jantan yang lain berkelahi demi mempertaruhkan wilayah teritorial miliknya.

6. Menggeram
Geraman kucing biasa nya sepaket sama desisannya ketika merasa takut dan terancam. Tak hanya kucing rumahan, semua spesies kucing termasuk harimau dan singa juga biasanya menggeram, ini dapat diketahui bahwa mereka dengan cepat menyerang bila tidak dijauhi.

7. Meraung
Aungan kucing dapat diketahui sebagai dua hal, yang pertama ialah kemauannya untuk mencari pasangan dan mau kawin. Namun, biasanya juga raungan yang memiliki arti bahwa mereka merasa wilayah teritori mereka terancam. Apabila kucing meraung dengan sering dan tidak berhenti, mungkin saja kucing itu merasakan ada tanda-tanda kesakitan.

8. Mendengkur
Ketika seseorang membelai pelan seekor kucing, mereka pasti mendengkur dengan keras, itu merupakan ciri mereka nyaman dan senang. Tetapi, mendengkur juga dapat diartikan ketika mereka khawatir.

Suara kucing bisa memiliki banyak makna dan arti, jadi seharusnya para pemilik atau pecinta kucing mengetahui maksud dari suara kucing tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *