5 Fakta Menarik Dari Burung Pelatuk

Pelatuk ialah burung dari ordo picifornes. Ditemukan di seluruh dunia dan termasuk sejumlah spesies, dan biasanya berjumlah 218. Beberapa burung pelatuk dalam ordo pocofornes memiliki kaki zigodaktil, dengan 2 jari kaki mengarah ke depan, dan 2 lainnya mengarah ke belakang. Selain itu, ternyata burung pelatuk ini memiliki sebutan lain yaitu Woodpecker, namun lebih sering dikenal sebagai burung pelatuk.

Perlu diketahui juga ternyata butung pelatuk mempunyai kebiasaan yang unik, dan biasanya sering dibandingkan dan disandingkan dengan jenis-jenis burung siseluruh dunia ini. Yang lebih menarik ternyata burung pelatuk jauh lebih menyukai hidup dialam bebas dengan banyak pepohon dan beberapa tempat yang terdapat kayu, karena kayu adalah tempat tervaforit bagi burung ini. Jenis burung ini juga mempunyai tingkat populasi yang cukup besar diseluruh penjuru dunia, kecuali Selandia Baru , Australia dan Madagaskar.

Berikut ini 5 fakta menarik dari butung pelatuk:
1. Kecepatan Patokan Burung Pelatuk Sangat Cepat
Hal pertama fakta dan yang sangat populer dari seekor burung pelatuk yaitu kebiasaannya yang selalu saja mematuk benda-benda yang ada didekatnya, contohnya kayu dan juga pohon. Kecepatan yang dapat dihasilkan dari patokan burung pelatuk dapat mencapai bahkan melebihi 20 patokan per detik.

Oleh karena itu setiap hari, burung pelatuk bisa mematuk hingga 10 sampai 20 ribu kali. Saat mematuk, burung pelatuk biasanya akan mengeluarkan bunyi-bunyi yang sangat menarik, contohnya seperti sedang berceloteh atau membuat bunyi-bunyian seperti suara alarm.

2. Mempunyai Lidah Yang Cukup Panjang
Ternyata burung pelatuk mempunyai lidah yang Panjang, karena biasanya lidah burung pelakatuk ini bisa mencapai Panjang 10 cm atau 3 kali lipat dari ukuran Panjang paruh burung pelatuk sendiri. Adapun struktur dari lidah spesies burung pelatuk ini mempunyai tekstur yang menyerupai duri serta lengket hal ini berguna agar burung dapat menangkap buronannya yang ada di lubang pohon.
Ketika lidahnya tidak digunakan, maka dengan sendirinya lidah tersebut akan tersimpan di antara tengkorak kepala belakang dari burung pelatuk.

3. Memiliki Tengkorak Kepala Yang Kuat
Burung pelatuk mempunyai sebuah tengkorak kepala yang sangat kokoh dan juga kuat, jika dibandingkan dengan jenis burung lain pada umumnya. Walaupun kepala burung pelatuk terguncang akibat adanya getaran patokan sebangaun ribuan kali pada setiap harinya, burung tersebut tidak akan pernah sedikitpun memiliki masalah di bagian kepala burung tersebut.

4. Keberadaan Dari Bebarapa Spesies Burung Pelatuk Terancam Hampir Punah
Burung pelatuk memiliki banyak sekali spesies, bahkan ratusan spesies akan tersebar di beberapa benua. Di antaranya banyak sekali spesies burung pelatuk, dan ada juga beberapa spesies yang sangat terkenal. Namun ternyata keberadaan burung pelatuk dengan beberapa spesies saat ini akan terancam punah, karena terusik habitat dan juga adanya polusi udara.

5. Hewan Yang Setia Pada Pasangannya
Burung pelatuk ternyata masuk kedalam jenis hewan Monogami. Monogami merupakan bentuk perkembang biakan yang hanya mempunyai satu pasangan saja dan pasangan tersebut akan tinggal di dalam satu sarang yang sama.


Fakta lain untuk burung pelatuk betina yaitu mereka dapat bertelur sebanyak tiga sampai lima telur dan mereka membutuhkan waktu sekitar 2 minggu untuk dapat mengerami telur tersebut sampai menetas. Setelah mereka menetas, kemudian mereka hanya dapat membutuhkan waktu sekitar 20-30 hari untuk dapat meninggalkan sarangnya dan berburu makanan sendiri.

Dan itulah 5 fakta unik tetang tentang burung pelatuk. Burung pelatuk juga dapat dijadikan burung masteran, karena burung tersebut mempunyai karakter suara yang mirip dengan cililin. Suara kicauannya bakhan dapat menjadi sangat rapat jika pelatuk tersebut sudah rajin berkicau atau sudah gacor.

Untuk mendapatkan masteran yang baik, rawatlah burung tersebut dengan sungguh-sungguh. Burung pelatuk juga sering dijadikan salah satu sayarat untuk ritual tertentu, selain untuk dipelihara atau dijadikan masteran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *