Bahaya Memakan Daging Anjing Bagi Kesehatan Manusia

Hal ini merupakan tantangan terbesar yang harus ditangani oleh aktivis pecinta binatang ialah melakukan cara, usaha dan upaya untuk memberhentikan mengkonsumsi daging anjing yang terus bertambah di beberapa negara, termasuk juga Indonesia.


Parahnya, di beberapa kota Indonesia terdapat yang menjual daging anjing di pasar. Sementara itu, terdapat juga penjual makanan menggunakan olahan daging anjing yang gampang ditemukan di sepanjang jalan misalnya di Solo.

Kuliner berbahan dasar daging anjing ini gampang ditemukan di Solo. Umumnya makanan mamalia memiliki kaki empat ini dijual dibeberapa warung – warung tenda kaki lima di beberapa jalan-jalan besar. Oleh sebab itu akhir-akhir ini Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo minta kepada pemerintah daerah wilayah Solo Raya (Solo, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Klaten, dan Wonogiri) untuk tidak boleh masyarakatnya memakan daging anjing.

Instruksi Ganjar itu dilaksanakan sesudah adanya laporan oleh perwakilan Dog Meet Free Indonesia ialah ada sejumlah 13.700 ekor anjing diburu dan dibunuh di Solo Raya supaya dikonsumsi dagingnya.

Terbebas dari hal itu, mengkonsumsi daging anjing bisa menjadi masalah terutama untuk kesehatan. Banyaknya bahaya pun bisa mengintai apabila memakan mamalia berkaki empat ini.
1. Terjangkit Rabies
Bahaya tertinggi akbiat memakan daging anjing ialah penyebaran rabies kepada manusia. Apabila tidak diolah dengan benar, bisa terjangkit penyakit rabies. Tidak cuma itu, orang yang masak daging anjing ini pun bisa ikut tertular rabies.

Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyatakan bahwa yang termasuk risiko penyebaran rabies berawal dari penyebaran daging anjing dengan cara bebas. Tak sedikit anjing rabies dikirimkan ke beberapa kota besar suapaya dijadikan cadangan makanan. Jual beli daging anjing ditakutkan bisa menyebarkan penyakit rabies sebab anjing berasal dari wilayah yang belum dikatakan sebagai wilayah bebas rabies.

2. Trichinosis
Apabila orang mengkonsumsi daging mentah dan kurang matang berasal dari binatang yang terinfeksi parasit Trichinella, dapat mengakibatkan penyakit Trichinosis. Lalu parasit ini ada di badan manusia, sehingga bisa mengakibatkan radang di pembuluh darah.

Tanda-tanda, gejala, dan tingkat keparahan trichinosis beragam. Tetapi apabila infeksinya parah, orang mungkin saja merasakan kesulitan ketika mengkoordinasikan gerakan, dan mempunyai masalah pernapasan dan jantung.

3. Infeksi bakteri
Memakan daging anjing ini juga bisa menimbulkan potensi pada infeksi karena parasit seperti salmonella dan E. Coli 107. Terdapat juga bahaya yang mengancam, infeksi bakteri seperti hepatitis, antraks, dan leptospirosis yang dapat tersebar lewat perantara daging anjing kepada manusia.

4. Kebal dari Antibiotik
Anjing liar atau anjing yang tidak terjaga kebersihannya, yang dimasak menjadi makanan dapat menyimpan berjuta kuman, bakteri dan penyakit virus. Oleh sebab itu, banyak anjing seperti ini diberi antibiotik berdosis tinggi guna mencegah penularan penyakit. Tingginya kandungan antibiotic dalam daging anjing itulah yang berbahaya untuk manusia. Sebab, saat manusia memakan daging anjing itu sehingga sistem kekebalan tubuh manusia akan berubah dan akan penuh oleh antibiotik. Apabila suatu ketika mereka sakit, maka penyakit di badan mereka tak akan tembus diobati oleh antibiotik.

5. Hipertensi
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan konsumsi natrium seharusnya tidak lebih dari dua miligram per harinya. Sementara itu didalam 100 gram daging anjing, terkandung 1,06 miligram natrium. Berarti memakan daging anjing dan menambah asupan natrium berasal dari makanan lainnya per hari. Bisa saja tekanan darahnya dapat melebihi batas yang mampu meningkatkan resiko terjadi hipertensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *